Seekor Tapir Jantan Ditemukan Mati di Jalan Koridor PT RAPP Sabtu, 20/06/2026 | 15:45
Berkabarnews.com, Kuansing - Seekor tapir (Tapirus indicus) jantan dewasa dengan bobot 300 kilogram, ditemukan mati di tengah jalan koridor areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Selasa (16/6/2026) malam.
Penemuan ini langsung dilaporkan Kanit Tipidter Polres Kuantan Singingi dan manajemen PT RAPP kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim penyelamat BBKSDA langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan intensif dan penanganan evakuasi satwa malang tersebut.
Lokasi kejadian berjarak sekitar dua kilometer dari batas luar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan merupakan jalur lintasan alami kuno yang sudah turun-temurun digunakan oleh kawanan tapir untuk bermigrasi dan mencari makan.
Hasil autopsi visual dan pemeriksaan oleh dokter hewan BBKSDA Riau mengungkapkan adanya luka robek di bagian pinggul serta paha kiri, ditambah luka parah di perut sebelah kanan. Disimpulkan tapir ini mati karena ditabrak kendaraan.
Menurut Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, berdasarkan pola luka dan trauma fisik yang ditemukan, tapir ini diduga mati seketika setelah dihantam dengan keras oleh kendaraan roda empat atau truk bermuatan besar yang melintas dengan kecepatan tinggi di jalan koridor perusahaan tersebut.
"Pemeriksaan bersama yang melibatkan Kapolsek Logas Tanah Darat, Polisi Kehutanan, serta staf Balai Taman Nasional Tesso Nilo memastikan tidak ada kesengajaan dengan matinya tapir jantan ini. Tidak ditemukan bekas proyektil peluru, luka tembak, ataupun sayatan senjata tajam yang biasa ditinggalkan oleh pelaku kriminal kehutanan. Kesimpulannya tapir ini mati karena tertabrak," katanya, Sabtu (20/6/2026).
Dengan kejadian ini, BBKSDA Riau mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang beroperasi membelah habitat satwa. agar segera memasang tanda dan mengatur kecepatan kendaraan.
"Sebagai salah satu spesies kunci pengingat keseimbangan ekosistem hutan Sumatra, hilangnya satu tapir dewasa adalah tamparan keras bagi masa depan hutan kita yang kian terfragmentasi," kata Ujang Holisudin.**/ian