Hilang ke Liang
Sabtu, 16-01-2021 - 16:10:24 WIB
TERKAIT:
 
 

Sajak: Luzi Diamanda

Bumi meminta anaknya
kembali ke pelukan
hilang, ke liang..
kala cangkul meratakan tanah akhir
bersama rapal doa-doa
menembus langit

Tali darah, saudara, sahabat
sekejap nanap,
berhamburan air mata
kehilangan yang menyiksa,
memiuh perih ke jantung hati
bumi diam, langit tenang
menelan sedu sedan

Kematian,
alangkah mudah mengeja ini kata
Tapi adalah pedang yang mencabik
mengelupaskan kulit,
menggaram mengasami
ketika mendatangi orang
yang bersangkutan hati
atau jua rasa
dengan kita

Hilang, ke liang
Kita bisa apa?
di luar doa tak ada upaya
meski sekedar mengusap jiwa
agar tenang, agar tak hampa

bumi terus berputar
waktu berganti
sunyi, sendiri

Sesekali ada yang menyinggahi
tempat hilang, liang itu
menyemai bunga menyiram air
melirih doa menembus cakrawala
Sesiapa?
Orang-orang terkasih saja
yang lain bisa lupa bisa alfa
meski sekedar menyapa
menyinggahi sepetak tanah
yang liangnya menelan satu nama

Hilang ke liang
Kita bisa apa?
Tuhan pemilik segala.***/Diamanda/(21/12/2920)




 
Berita Lainnya :
  • Hilang ke Liang
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #4 Mahfud MD: Malu Negara Ini Dipermainkan Djoko Tjandra
    #5 Maju Pilkada Pelalawan, Adi Sukemi Ingatkan Seluruh Kader Patuhi Keputusan Partai
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020 berkabarnews.com, all rights reserved