Pengerjaan Flyover Panam Dimulai 2027, Antisipasi Macet Disiapkan Jalan Alternatif
Rabu, 04-11-2026 - 10:47:43 WIB
 |
| Simpang Empat Panam |
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Untuk mengantisipasi kemacetan saat pembangunan flyover atau jalan layang di Simpang Panam, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mempersiapkan sejumlah jalur jalan alternatif. Pembangunan flyover tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2027.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, pengerjaan flyover nantinya tentu akan berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan di kawasan Simpang Panam, karena persimpangan tersebut merupakan salah satu titik lalu lintas yang ramai dilalui kendaraan dari Pekanbaru menuju Kabupaten Kampar maupun sebaliknya.
Karena itu kata Wawako, Pemko Pekanbaru mulai memetakan sejumlah ruas jalan yang dapat dimanfaatkan pengendara untuk menghindari kawasan proyek. Langkah ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu selama pembangunan berlangsung.
Salah satu ruas yang dipersiapkan yakni Jalan Dharma Bakti yang berada di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau dan mengarah ke Buluh Cina. Jalan tersebut akan ditingkatkan terlebih dahulu dengan pengecoran beton agar bisa dilalui kendaraan dengan lebih baik.
"Seperti dari arah Kampar menuju ke Pekanbaru, di kawasan UIN itu ada jalan menuju ke Buluh Cina, namanya Jalan Dharma Bakti. Itu mau kita beton dulu, supaya bisa dipakai dengan baik," kata Markarius, Rabu (4/11/2026).
Ia menyebutkan, pengecoran Jalan Dharma Bakti diupayakan dapat direalisasikan tahun ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Peningkatan jalan tersebut dinilai bisa segera dilakukan karena panjang ruas yang akan dikerjakan relatif pendek, yakni sekitar 600 hingga 700 meter.
Selain jalur dari arah Kampar menuju Pekanbaru, Pemko juga tengah menyiapkan alternatif akses bagi pengendara dari pusat kota menuju Jalan Kubang Raya maupun Kabupaten Kampar. Sejumlah titik jalan sudah teridentifikasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur pengalihan arus lalu lintas.
Menurut Markarius, Pemko juga telah menerima sejumlah masukan dari pengurus RT dan RW terkait ruas jalan yang bisa dikembangkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.**/ian
Komentar Anda :