Berkabarnews.com, Jakarta - Setelah dilakukan uji DNA, mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Provinsi Bengkulu, dipastikan sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis yang hilang saat hendak mengambil foto erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Terungkapnya identitas korban bermula dari proses identifikasi dan pencocokan data yang intensif. Kabid Dokkes Polda Bengkulu berkoordinasi dengan kabid Dokkes Polda Banten, didukung oleh tim disaster victim identification (DVI) Polri,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri kata Hengki, genetik mayat tersebut terbukti identik dengan keluarga Surakman.
Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di atas KM Arupadhatu 1. Kapal nahas tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Rombongan ini memiliki misi peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dari delapan orang di kapal, lima di antaranya adalah jurnalis, yakni M Bagus Khoerunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Jaidi (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Sementara itu, tiga orang lainnya merupakan awak kapal, yakni Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Sebelum dinyatakan hilang kontak, rombongan sempat berkomunikasi dengan keluarga dan rekan sejawat. Bagus sempat mengirimkan swafoto bersama rekan-rekannya kepada sang istri, Desi Purnamasari.
Pada pukul 14.42 WIB, Bagus juga masih sempat mengabarkan posisinya kepada jurnalis Antara Biro Lampung yang berada di Pulau Sebesi. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB, saat Heriyanto mengirimkan foto yang memperlihatkan dirinya berada di sekitar perairan Anak Krakatau. Setelah itu, tidak ada lagi sinyal dari kapal tersebut.
Tim SAR gabungan telah menyisir perairan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Sebesi, Sebuku, Lagundi, Tanjung Tua, hingga kawasan Pulau Panaitan, Ujung Kulon, dan perairan Lampung.**/ara
Komentar Anda :