Nusron Wahid: Transformasi Pelayanan Butuh Sistem dan SDM Berintegritas
Rabu, 12-08-2026 - 06:56:00 WIB
Nusron saat membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Cikeas, Selasa (11/8/2026).
TERKAIT:
   
 

Cikeas – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR/BPN memperkuat integritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Cikeas, Selasa (11/8/2026).

PRESTASI merupakan program yang untuk pertama kalinya digelar Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Angkatan pertama diikuti 40 peserta yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN.

Nusron mengatakan, penguatan integritas perlu berjalan seiring dengan transformasi pelayanan publik yang dilakukan Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, sebagian besar tugas Kementerian ATR/BPN berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang.

“Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Nusron.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci transformasi pelayanan. Selain pembenahan sistem, perubahan juga harus ditopang oleh aparatur yang memiliki integritas dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan PRESTASI diarahkan untuk membangun mentalitas dan moralitas ASN agar memiliki komitmen untuk tidak melakukan korupsi, termasuk ketika memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Menurut Ibnu, pemberantasan korupsi dilakukan melalui pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Pendidikan antikorupsi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya integritas di lingkungan pemerintahan.

“Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah,” kata Ibnu.

Melalui program tersebut, Kementerian ATR/BPN dan KPK mendorong agar nilai integritas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diterapkan dalam pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Nusron didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan dan Inspektur Jenderal ATR/BPN Pudji Prasetijanto. Hadir pula Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Yonathan Demme Tangdilintin.**

 




 
Berita Lainnya :
  • Nusron Wahid: Transformasi Pelayanan Butuh Sistem dan SDM Berintegritas
  •  
    Komentar Anda :

     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved