Berkabarnews.com, Inhu - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian Roadshow Pemkab Inhu Jilid 2, rombongan Pemkab Inhu melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu, Elpahri Adha, beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rombongan diterima oleh Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, bersama Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Biogas, Dr. Sri Wahyuni.
Studi tiru ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah domestik di Kabupaten Indragiri Hulu sejak dini. Saat ini, produksi sampah di Inhu mencapai sekitar 18 ton per hari.
Meski masih tergolong terkendali, Pemkab Inhu memilih belajar dari Jakarta Utara yang telah berhasil mengelola sekitar 1.380 ton sampah per hari, terdiri dari 700 ton sampah organik dan 680 ton sampah anorganik.
Keberhasilan Jakarta Utara dalam mengelola sampah bahkan mengantarkannya meraih penghargaan sebagai Pengelola Bank Sampah Induk Terbaik Nasional Tahun 2024.
Dalam pemaparannya, Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah modern dilakukan melalui sistem yang terintegrasi sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Jakarta Utara telah mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen, penyediaan Tong Drop Point untuk pengelolaan sampah organik sebagai pakan ternak, budidaya Black Soldier Fly (BSF), eco-farming, hingga instalasi biogas.
Seluruh sistem tersebut diperkuat dengan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga yang melibatkan ibu-ibu Dasawisma.
"Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, membuka peluang usaha, serta mendukung pelestarian lingkungan," ujar Edy Mulyanto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, mengaku terkesan dengan ekosistem pengelolaan sampah yang diterapkan Jakarta Utara. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Indragiri Hulu.
Produksi sampah di Inhu saat ini berada di angka 18 ton per hari. Ini adalah momentum emas bagi kita untuk membangun sistem pengelolaan yang benar sebelum volumenya melonjak di masa depan.
"Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi dalam menyusun kebijakan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi menjadi persoalan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat," tegas Zulfahmi Adrian.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Inhu, Elpahri Adha, mengatakan pihaknya akan segera mengkaji berbagai inovasi yang diterapkan Jakarta Utara agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Indragiri Hulu.
Menurutnya, konsep pengolahan sampah organik melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF), eco-farming, serta pemanfaatan teknologi tepat guna dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Inhu sebagai upaya mengurangi timbunan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Melalui studi tiru ini, Pemkab Inhu berkomitmen menyusun pilot project pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi sebagai langkah awal membangun sistem persampahan yang lebih efektif, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.**/iin
Komentar Anda :