Terima Audiensi Sesko TNI, Plt Gubri: Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Senin, 29-06-2026 - 18:17:52 WIB
Plt Gubri terima Audiensi Sesko TNI
TERKAIT:
   
 

Berkabarnews.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau menerima audiensi rombongan Pasis Dikreg 55 Sesko TNI. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI Khairil Lubis dan disambut hangat Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto beserta jajaran forkopimda.

Plt Gubri SF Hariyanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Riau sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kontingensi Komando Utama Operasi (Rentinkon Kotamaops) TNI. Menurutnya, kehadiran rombongan Pasis Sesko TNI merupakan kehormatan sekaligus kesempatan memperkuat koordinasi lintas sektor.

"Kami merasa terhormat bahwa Provinsi Riau dapat menjadi bagian dari penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI Pasis Dikreg 55 Sesko TNI. Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan data, informasi, dan masukan yang dibutuhkan agar bermanfaat sebagai penyusunan rencana serta penguatan kesiapsiagaan kita," kata Plt Gubri di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Senin (29/06/2026).

Dijelaskan Plt Gubri, Riau memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Selain itu, wilayah ini memiliki kawasan pesisir yang luas, kawasan industri, perkebunan, jalur perdagangan, hingga berbagai objek vital nasional yang menjadi penopang perekonomian Indonesia.

"Riau adalah daerah yang sangat strategis, berada pada jalur Selat Malaka berhadapan langsung dengan negara tetangga. Memiliki wilayah pesisir yang luas, kawasan industri, perkebunan, jalur perdagangan, serta objek vital nasional terutama di sektor energi," jelasnya.

Diungkapkannya, sektor energi menjadi satu diantara kekuatan utama Provinsi Riau. Keberadaan Kilang Pertamina Dumai serta tingginya produksi minyak bumi menjadikan daerah ini sebagai salah satu penyangga utama ketahanan energi nasional.

"Di Riau terdapat Kilang Pertamina Dumai dengan kapasitas sekitar 170.000 barel per hari atau setara dengan 16,5 persen dari total pasokan energi nasional. Dari sisi produksi minyak, Riau juga menjadi salah satu tulang punggung energi nasional dengan produksi sekitar 180.000 barel per hari atau sekitar 24-30 persen dari total produksi minyak nasional," ungkapnya.

Selain energi, Plt Gubri SF Hariyanto menerangkan sektor perkebunan juga menjadi kekuatan besar Riau. Luas areal perkebunan kelapa sawit yang mencapai jutaan hektare serta tingginya produksi crude palm oil (CPO) menjadikan provinsi ini sebagai salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia.

"Tak hanya itu, Riau menjadi kekuatan besar di sektor perkebunan. Luas kelapa sawit di Riau mencapai 3,87 juta hektare atau sekitar 21,23 persen dari total luas kelapa sawit nasional. Produksi CPO Riau mencapai 9,4 juta ton atau 20,11 persen dari produksi CPO nasional. Riau juga menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 419.381 hektare," kata SF Hariyanto.

Besarnya potensi tersebut kata SF Hariyanto, menjadikan Riau memiliki arti penting bagi pembangunan nasional. Meski demikian, berbagai potensi tersebut juga diiringi dengan tantangan yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan seluruh pihak.

"Artinya, posisi Riau bukan hanya strategis secara geografis tetapi juga bagi energi, pangan, industri, investasi, dan kepentingan ekonomi nasional. Namun, potensi besar ini juga diikuti dengan tantangan besar," tuturnya.

Plt Gubernur SF Hariyanto mengatakan bahwa ancaman yang dihadapi Riau banyak juga terdapat diberbagai sektor. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan, penertiban kawasan hutan, hingga peredaran narkotika internasional.

"Riau menghadapi ancaman multidimensi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, penertiban kawasan hutan, potensi gangguan terhadap objek vital nasional, kejahatan lintas negara, peredaran narkotika internasional, perdagangan orang (human trafficking), bencana, hingga berbagai situasi kontingensi lainnya," ucapnya.

Dengan tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha, serta masyarakat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan yang bersifat lintas sektor.

Sementara itu, Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Khairil Lubis menuturkan, penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan strategis para perwira siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik, tetapi menjadi latihan operasional yang berorientasi pada kesiapsiagaan menghadapi berbagai dinamika ancaman.

"Kegiatan yang dilaksanakan ini memiliki makna sangat strategis. Penyusunan naskah rencana kontingensi Kotamaops TNI bukan sekadar latihan akademik ataupun penyusunan dokumen semata, melainkan proses pembelajaran operasional yang dirancang untuk membentuk pola pikir strategis, kemampuan analisis, serta kemampuan perencanaan operasi gabungan para perwira siswa," pungkasnya.**/ian

 




 
Berita Lainnya :
  • Terima Audiensi Sesko TNI, Plt Gubri: Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 JualBuy.com, Startup Asli Anak Riau Resmi Diluncurkan
    #4 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #5 Polda Riau Selidiki Uang BLT Covid-19 yang Diselewengkan
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved