Berkabarnews.com, Inhu - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menunjukkan keseriusan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Karhutla Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Inhu, Senin (22/6/2026).
Apel yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, dihadiri Wakil Bupati Inhu Ir. H. Hendrizal, Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian, unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Inhu.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektoral dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Sejumlah unsur terlibat dalam apel tersebut, mulai dari TNI-Polri, Manggala Agni, KPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, hingga organisasi kemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Bupati Ade Agus Hartanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hadir dan menegaskan bahwa keterlibatan seluruh pihak merupakan modal utama dalam mewujudkan target besar “Inhu Bebas Karhutla 2026.”
“Partisipasi aktif seluruh elemen pada apel kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen bersama yang kuat untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bupati Ade.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, yang berlaku sejak 10 Maret hingga 30 November 2026.
Dengan status tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat agar mengoptimalkan seluruh sumber daya, sarana-prasarana, serta kemampuan yang dimiliki guna memperkuat langkah deteksi dini, pencegahan, dan penanganan cepat apabila terjadi karhutla.
“Seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya bencana yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhu mendukung penuh arahan Presiden Republik Indonesia terkait penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sanksi tegas harus diterapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya praktik pembakaran lahan secara sengaja.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ade kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh garda terdepan yang selama ini berperan aktif dalam pengendalian karhutla, termasuk jajaran Kepolisian, TNI, Manggala Agni, KPBD, Satpol PP, Damkar, perusahaan swasta, dan masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang terus terjalin. Kebersamaan dan kekompakan ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan Indragiri Hulu yang aman dari karhutla,” ungkapnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Inhu menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada para petani.
Bantuan yang merupakan program lanjutan dari Pemerintah Pusat tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus menjadi solusi bagi petani dalam mengelola lahan tanpa harus menggunakan metode pembakaran.
Melalui langkah preventif yang diperkuat dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta dukungan kepada sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu optimistis target “Inhu Bebas Karhutla 2026” dapat terwujud.**/iin
Komentar Anda :