Berkabarnews.com, Jakarta – Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan dan teknologi kepolisian, diwujudkan melalui "Audiensi dan Dialog Strategis" bersama Delegasi Keamanan Prancis yang berlangsung di Aula Samapta Reksabaya Adipradana, Korsabhara Baharkam Polri, Selasa (03/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjend Pol Tory Kristianto SIK, yang hadir mewakili Kabaharkam Polri, menekankan pentingnya sinergi lintas negara untuk menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.
Dialog ini juga dihadiri oleh pejabat utama di lingkungan Baharkam Polri, termasuk perwakilan dari Korpolairud, Korbinmas, dan Auditor Utama TK II Sispamobvitnas Baharkam Polri., Kabag Opsnalev, dan para kasubdit di jajaran Korsabhara.
Delegasi Prancis yang dipimpin oleh Police Superintendent Olivier Chassot (Atase Kepolisian Prancis untuk Indonesia), membawa rombongan pakar keamanan dan vendor teknologi papan atas seperti Airbus, IDEMIA, hingga Streamwide.
Beberapa poin penting yang menjadi pembahasan utama meliputi, Penguatan Armada Udara & Laut: Diskusi mendalam mengenai penggunaan Helikopter H160 yang memiliki kecepatan tinggi (di atas 160 knots). Teknologi ini dinilai sangat ideal untuk geografis Indonesia yang bergunung-gunung. Selain itu, dipaparkan pula pengujian Kapal Katamaran dan sistem Water Jet untuk kebutuhan operasi SAR yang lebih efisien.
Pihak Prancis menawarkan solusi keamanan berbasis AI, seperti analisis biometrik wajah dan sidik jari (IDEMIA) untuk identifikasi kriminal, serta sistem pemantauan media sosial (SAHAR) guna deteksi ancaman secara real-time.
Teknologi sensor informasi (Massive Security) yang mampu membaca algoritma jumlah orang di lapangan dipresentasikan sebagai solusi pengamanan fasilitas publik dan stadion olahraga di Indonesia.
Salah satu poin penting dalam dialog ini adalah komitmen delegasi Prancis untuk tidak hanya menyediakan teknologi "siap pakai", tetapi juga melakukan kustomisasi desain sesuai dengan kebutuhan spesifik operasional Polri di lapangan.
"Pihak Prancis menekankan bahwa teknologi mereka dapat didesain ulang untuk menyesuaikan dengan tantangan medan di Indonesia, terutama untuk operasional di wilayah pegunungan dan pendaratan di atas kapal," ujar Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri saat membacakan sambutan Kabaharkam Polri.
Selain aspek perangkat keras, pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan personel. Kerja sama ke depan diharapkan tidak hanya berhenti pada pengadaan alat, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan agar personel Polri mampu mengoperasikan teknologi canggih tersebut secara maksimal dalam mendukung tugas kepolisian sehari-hari.
Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol apresiasi dan persahabatan antara Polri dan Pemerintah Prancis, dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis yang lebih mendalam.**/ril
Komentar Anda :