Enam Wilayah Termasuk Riau Jadi Fokus BMKG Cegah Karhutla Sabtu, 23/05/2026 | 17:42
Teuku Faisal Fatani
Berkabarnews.com, Jakarta - Cegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan berbarengan dengan fenomena El Nino, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) fokus upaya pencegahan di enam provinsi rawan, termasuk di Provinsi Riau.
"Ada enam provinsi yang kita fokuskan sekarang, yang kita jaga agar karhutla ini dapat bisa kita kendalikan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Faisal, pemerintah telah mengubah paradigma penanganan karhutla sejak 2015, dari sebelumnya fokus pada pemadaman saat api muncul menjadi pencegahan sebelum kebakaran terjadi. BMKG kini memanfaatkan data kelembapan lahan gambut dan muka air tanah untuk memprediksi wilayah yang berpotensi terbakar.
"Kalau sebelumnya kalau ada titik api, ada hotspot itu kita padamkan. Tapi kalau sekarang, sebelum terjadi itu kita mencegah atau kita melakukan upaya preventif," kata Faisal.
Salah satu strategi yang dilakukan kata Faisal, operasi modifikasi cuaca (OMC) di daerah rawan karhutla, khususnya kawasan gambut. Langkah itu dilakukan dengan 'menjenuhkan' wilayah yang diprediksi mulai mengering agar lebih sulit terbakar.
"Kalau dia sudah turun pada batas tertentu, maka kita perlu melakukan modifikasi cuaca di sana untuk mengisi lagi agar dia dalam kondisi jenuh dan menjadi lebih sulit untuk terbakar," tuturnya.
Namun, Faisal mengingatkan OMC hanya bisa dilakukan apabila terdapat awan yang dapat disemai. Jika tidak ada awan, maka intervensi cuaca tidak dapat dijalankan. "Modifikasi cuaca bisa dilakukan kalau ada awannya. Kalau tidak ada awan kita tidak bisa semai," imbuhnya.
BMKG sebelumnya memperingatkan musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan panjang karena pengaruh El Nino, dengan puncak diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.**/ara