Sembilan Tewas Saat Lokasi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor Jumat, 15/05/2026 | 19:37
Evakuasi jenazah penambang
Berkabarnews.com, Sumbar - Lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) Kamis (14/5/2025) siang longsor, menyebabkan sembilan orang penambang tewas. Sedangkan tiga pekerja tambang lainnya berhasil menyelamatkan diri dari longsoran material tersebut.
"Ada sembilan korban dari 12 pekerja tambang yang berada di lokasi saat kejadian," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumbar, Kombes Polisi Susmelawati Rosya di Kota Padang, Jumat (15/5/2026).
Menurut Kabid Humas, berdasarkan informasi yang dihimpun Polda Sumbar terdapat tebing yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian. Diduga, pada saat mereka bekerja tiba-tiba tebing tersebut longsor dan menimpa korban.
Kesembilan pekerja tambang emas ilegal tersebut ditemukan secara bertahap. Sekitar pukul 15.00 WIB polisi bersama masyarakat setempat berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban. Sementara, empat lainnya ditemukan pada sore harinya.
"Ketika ditemukan keluarga langsung membawa jenazah ke rumah masing-masing untuk dimakamkan," kata Susmelawati.
Menurut Kabis Humas Polda Sumbar, selama ini Polda bersama Pemerintah Provinsi Sumbar terus berusaha dan berkomitmen mengatasi permasalahan tambang ilegal. Berbagai usaha preventif, imbauan, edukasi hingga turun ke lapangan untuk menindak aktivitas ilegal juga dilakukan.
"Dalam bulan ini kita juga turun besar-besaran ke Kota Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya kita lakukan termasuk mencarikan solusi permanen mengenai permasalahan ini," ujarnya.
Namun, beberapa kali polisi turun ke lapangan, petugas tidak menemukan aktivitas tambang ilegal. Tetapi, setelah operasi dilakukan, pekerja tambang emas ilegal tersebut kembali beraktivitas.**/syf