Kementerian Kehutanan Luncurkan Program Reforestasi di Tesso Nilo Selasa, 03/03/2026 | 13:05
BNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan program reforestasi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Selasa (3/3/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam upaya pemulihan ekosistem hutan yang mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Kementerian ATR/BPN, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, aparat penegak hukum, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu, Ir. Syafrisar Masri Limart, S.T., M.A.P., turut hadir bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut.
Program reforestasi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah dalam menertibkan kawasan hutan serta mengembalikan fungsinya yang selama ini terdegradasi akibat aktivitas ilegal dan alih fungsi lahan, khususnya perkebunan sawit.
Dalam implementasinya, pemerintah akan melakukan penertiban dengan pemusnahan tanaman sawit secara bertahap, kemudian menggantinya dengan tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi kawasan sebagai habitat satwa liar sekaligus penyangga lingkungan.
Pada tahap awal tahun 2026, program pemulihan difokuskan pada areal seluas 2.574 hektare. Sementara itu, hingga tahun 2028, total target pemulihan hutan di kawasan tersebut mencapai 66.704 hektare.
Dalam kegiatan peluncuran, penanaman perdana dilakukan di lahan bekas perkebunan sawit seluas sekitar 400 hektare, dengan jumlah bibit tanaman hutan yang ditanam mencapai 2.000 batang.
Kehadiran Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu beserta jajaran mencerminkan komitmen lintas sektor dalam mendukung upaya pelestarian hutan dan penguatan konservasi di Provinsi Riau, khususnya di wilayah Indragiri Hulu.
Pemerintah berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem, sekaligus memperkuat perlindungan kawasan hutan sebagai aset lingkungan yang vital bagi kehidupan.**/rls