Konflik Gajah dengan Manusia Jadi Hambatan Coklit Pilkada di Lampung Barat
Minggu, 07-07-2024 - 19:19:39 WIB
Petugas Pantarlih di Lampung Barat
TERKAIT:
   
 

BNEWS - Konflik gajah liar dengan manusia di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, menjadi hambatan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada Pilkada Lampung Barat 2024.

"Ada dua kecamatan yang terkendala coklit yakni Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh," kata Kasubbag Perencanaan Data dan Informasi KPU Lampung Barat, Okto Priadi, Minggu (7/7/2024).

Menurutnya, dari informasi PPS di lapangan, kawanan gajah tersebut masih kerap mendekati pemukiman sehingga warga masih gotong royong menghalau kawanan gajah tersebut.

"Pertama di TPS 06 Talang Jeporo, Pemangku Marga Jaya, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, menjadi kendala coklit karena warga banyak ikut menghalau kawanan gajah. Di wilayah tersebut setidaknya ada sebanyak 382 pemilih yang akan di-coklit," kata Okto.

Dari jumlah data tersebut baru tercoklit sebanyak 200 mata pilih. Sehingga masih ada sekitar 182 lagi yang perlu di lakukan coklit.

Selain Kecamatan Bandar Negeri Suoh, kawanan gajah juga mendekati Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh, sehingga pantarlih yang bertugas tidak bisa bertemu dengan warga dikarenakan masih melakukan aktivitas yang sama.

"Karena memang di saat bersamaan warga sedang menghalau gajah yang berusaha masuk ke pemukiman warga, data yang akan dicoklit oleh pantarlih di Pekon Sidorejo ini sebanyak 882 dan yang telah tercoklit sebanyak 256," ujar dia.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, sejumlah kawanan gajah liar masuk ke pemukiman dan merusak kebun kopi milik warga di Pemangku Rowo Agung, Pekon (Desa) Rowo Rejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

"Gajah liar sore ini berada di Rawa Agung bawah sudah mendekati ke Simpang Mada dan 50 meter dari pemukiman, dan sekarang masih ada di kebon coklat dan kebon kopi posisi sekarang di Pemangku Rowo Agung, Desa Rowo Rejo, Kecamatan Suoh," kata Pembina Satgas Konflik Gajah Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), Sugeng Hari Kinaryo Adi, saat dihubungi dari Lampung Selatan, Minggu.

Menurut Sugeng, posisi gajah liar tersebut saat ini masih berpencar menjadi dua kelompok. Oleh karena itu pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan terhadap galah-gajah yang merusak kebun milik warga itu.

"Posisi gajah tadi malam itu menyebar ada yang sudah masuk di persawahan ada yang masih ada di atas pemukiman, dan siang ini gajah ini juga berpencar. Tadi masyarakat memantau ada 6 ekor, di atas kurang lebih 100 meter dari jalan, dan dekat kebon ini ada 6 ekor dan selebihnya ada di dekat kebun sawit," katanya.

Hingga saat ini kata Sugeng, pihaknya bersama masyarakat setempat masih melakukan pemantauan terhadap kawanan gajah liar yang masuk pemukiman warga tersebut. Satgas Lembah Suoh juga sudah melaksanakan penghadangan dan penghalauan kepada kawanan gajah liar tersebut.**'ara/Ant




 
Berita Lainnya :
  • Konflik Gajah dengan Manusia Jadi Hambatan Coklit Pilkada di Lampung Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 JualBuy.com, Startup Asli Anak Riau Resmi Diluncurkan
    #4 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #5 Polda Riau Selidiki Uang BLT Covid-19 yang Diselewengkan
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020 berkabarnews.com, all rights reserved