Minta Perlindungan, Belasan Buruh Sawit Datangi Mapolsek Pangkalan Kuras
Selasa, 21-06-2022 - 14:36:33 WIB
Penasehat hukum buruh sawit
TERKAIT:
   
 

BNEWS - Belasan buruh kebun sawit milik Parningotan Siregar, didampingi penasehat hukum, mendatangi kantor Polsek Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus meminta perlindungan dari aparat penegak hukum.

Menurut Penasihat Hukum buruh kebun sawit tersebut, Peri Andri Marolo Gultom, dia mendatangi Polsek Pangkalan Kuras untuk mendampingi kliennya, seorang supir truk yang dituduh mencuri TBS Kelapa Sawit.

"Pertama kedatangan kami untuk mendampingi Pak Sukro untuk memberikan keterangan sebagai saksi, atas laporan pencurian buah sawit dan 3 unit kendaraan angkut itu diseret juga ke kantor Polsek.

"Padahal petani kita masih memanen di areal Kebun kita, dan bisa kita buktikan," kata Peri, Senin (21/6/2022), di Mapolsek Pangkalan Kuras.

Sebelumnya kata Peri, TBS Sawit yang ada dalam kendaraan itu berjumlah ribuan kilogram per kendaraan. Namun, setelah dilihat ditempat penitipan Polsek Pangkalan Kuras buah sawit itu tinggal sedikit.

Terkait masalah wilayah perkebunan sawit, kata Peri, sebenarnya sudah lama diselesaikan melalui musyawarah kedua belah pihak dengan hasil pembagian kebun sawit 200 Ha dan 300 Ha.

"Kemudian kita juga melaporkan ke Polisi terkait aksi perampasan sepeda motor para pekerja. Padahal sepeda motor ini digunakan untuk bekerja dan belanja kebutuhan hidup para pekerja," ujar Peri.

Dalam laporannya, A. Situmorang seorang supir kebun mengatakan, perampasan 3 unit sepeda motor dilakukan secara paksa dan sepihak oleh IS beserta sejumlah orang tidak dikenal (OTK).

"Kami mau pergi belanja, tiba-tiba kami diberhentikan dan kunci motor kami diambil. Kami sudah memohon tapi kami tetap di intimidasi, sekarang kami sudah tidak tahu dimana sepeda motor kami," katanya.

Paska perampasan sepeda motor itu, Peri meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan kepastian hukum yang merugikan dan menyebabkan rasa ketakutan kepada para pekerja.

Selain itu, Peri juga mengungkapkan bahwa jalan keluar masuk areal perkebunan dan barak para pekerja juga di blokir secara sepihak oleh oknum yang diketahui berinisial IS. Sehingga, para pekerja terpaksa meninggalkan barak karena kelaparan dan kehabisan stok makanan.

"Kita meminta kepastian Hukum, karena kendaraan itu diambil dari dalam kebun kita, lokasinya di tanah kita, bahkan sebagian buah sawit yang kita panen di dalam truk juga sudah menghilang," ujar Peri.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol A. Chandra melalui Kasi Humas Polsek Pangkalan kuras, Aipda Marmin menegaskan bahwa 3 unit kendaraan angkut sawit itu bukanlah barang bukti melainkan hanya titipan.

"Masih titipan, apakah benar nantinya ada tindak pidana. Karena untuk saat ini kita tengah melakukan penyelidikan terhadap kendaraan itu," ujar Marmin.**/jy




 
Berita Lainnya :
  • Minta Perlindungan, Belasan Buruh Sawit Datangi Mapolsek Pangkalan Kuras
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    #1 BNPT: Mengubah Pancasila Berarti Membubarkan Bangsa Indonesia
    #2 Let's Graze with Cows at Padang Mangateh
    #3 JualBuy.com, Startup Asli Anak Riau Resmi Diluncurkan
    #4 Airlangga Hartanto Serahkan SK Pada Adi Sukemi untuk Maju di Pilkada Pelalawan
    #5 Polda Riau Selidiki Uang BLT Covid-19 yang Diselewengkan
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020 berkabarnews.com, all rights reserved